Showing posts with label Tips Seputar Kucing. Show all posts
Showing posts with label Tips Seputar Kucing. Show all posts

Cara Menggemukkan Kucing

Kucing adalah salah satu binatang favorit manusia selain anjing. Hewan ini juga banyak dijadikan hewan peliharaan. Hal ini bukan tanpa alasan, kucing memiliki bulu yang lembut dan lebat dan wajah yang lucu sehingga beberapa pencinta hewan tidak tahan untuk menjadikannya teman bermain. 


Untuk urusan kesetiaan, kucing juga tidak kalah setianya dengan anjing. yang paling penting kucing juga merupakan hewan yang sangat mudah untuk dijinakkan sehingga tidak berbahaya bagi anda maupun anggota keluarga yang lain. merawat dan perawatan kucing, banyak orang yang menganggap merawat kucing adalah hal yang mudah dan menyenangkan. Namun meski banyak yang mengatakan merawat kucing adalah hal yang mudah, jika kita tidak hati-hati, bukannya sehat, kucing malah akan jadi sakit.

Kucing yang sehat biasanya memiliki bulu yang lebat dan badan yang gemuk. Sebaliknya, kucing yang sakit biasanya memiliki bulu yang tipis dan mudah rontok. Sayangnya, banyak orang yang tidak memperhatikan atau tidak sadar jika kucingnya sakit, dan jika dibiarkan perlahan, badan kucing akan menjadi kurus dan tidak lucu lagi. Sebenarnya, kucing kurus tidak selalu sakit. Namun ada beberapa penyebab lainnya yang bisa membuat kucing peliharaan anda menjadi kurus. berikut ini 3 penyebab kucing menjadi kurus.


3 Penyebab Kucing Menjadi Kurus

1. Sakit

Jika kucing kamu terlihat lemas coba anda perhatikan dengan seksama, apakah badan kucing anda panas atau tidak, apakah kucing anda selalu tidur atau tidak dan bagaimana dengan kotoran atau pup kucing anda, apakah mencret atau tidak? Jika semua faktor tersebut terjadi pada kucing anda, berarti si kucing mungkin saja sakit. Karena dia tekena penyakit maka membuat tubuhnya menjadi kurus loh, dan hal yang perlu anda lakukan adalah memberikan perawatan yang baik dan benar yang berguna untuk mencegah tubuhnya semakin kurus dan dehidrasi, karena ini bisa membuat kucing anda mati jika tidak diberikan perawatan yang benar.

2. Cacingan

Jika kucing anda memiliki nafsu makan yang masih cukup baik dan memiliki jam makan yang teratur bisa saja kucing kesayangan anda itu terkena cacingan. Anda perlu mewaspadai hal ini, karena terkadang banyak pemiliki kucing tidak terlalu mengetahui jika kucingnya cacingan. Kucing yang cacingan biasanya badannya kurus,si kucing juga akan lebih banyak minum air putih, suka menyendiri, terlihat lemas dan perutnya buncit. Jika tanda-tanda ini terdapat pada kucing anda, maka anda harus segera membawa kucing anda ke dokter hewan, karena mungkin saja si kucing cacingan.

3. Nafsu Makan Menurun

Nafsu makan pada kucing juga bisa menurun loh, dan ini akan membuat si kucing tidak mau makan yang berakibat akan membuat tubuh si kucing menjadi kurus. Jika kamu melihat nafsu makan kucing kamu berkurang, pertama kali kamu bisa mengatasinya dengan :

· Mengganti jenis makanan yang suka kamu berikan dengan makanan yang baru dengan rasa dan aroma lebih menggoda untuk si kucing kamu ini.
· Memberikan Vitamin. Vitamin ini ada yang berguna untuk menambahkan nafsu makan si kucing, sehingga dengan diberikan vitamin si kucing tentu akan kembali lagi nafsu makannya jika dia mengalami pengurangan nafsu makan.


Meski tidak sakit, jika anda melihat kucing anda menjadi kurus, ada baiknya anda segera memeriksakan kesehatan hewan kesayangan anda ke dokter hewan terdekat. Karena mungkin saja si kucing cacingan atau nafsu makannya menurun. Jika masalah nafsu makan ini dibiarkan, maka kucing anda bisa saja terserang suattu penyakit. Nah jika setelah ke dokter, ternyata kucing anda baik-baik saja, namun badannya tetap kurus, anda bisa mulai memperhatikan makanannya. Karena mungkin makanan yang selama ini anda berikan pada si kucing tidak sehat atau bergizi. Untuk mengembalikan berat badan si kucing.

Berikut ini cara sehat menggemukkan kucing yang bisa anda coba.

Cara Sehat Menggemukkan Kucing


1. Pilih Makanan Yang Tepat

Satu hal yang menentukan gemuk kurusnya makhluk hidup adalah makanan yang dikonsumsinya. Nilai gizi dalam makanan sangat penting untuk membuat gemuk kucing peliharaan anda. Oleh karena itu, jangan sampai anda salah pilih makanan untuk kucing. Makanan kucing terdiri dari raw food sebagai makanan utama dan dry food sebagai pelengkap. Pilih raw food yang mengandung protein tinggi misalnya ayam yang direbus dan dicincang atau ikan segar. Makanan yang membuat kucing cepat gemuk antara lain ikan tuna, ayam, dan tambahan minyak zaitun. 


2. Dry Food

Tambahkan dry food untuk camilan kucing di rumah karena camilan tersebut akan turut menambah berat badan. Dry food bisa dibeli di toko-toko yang menjual aneka makanan hewan. Sebaiknya anda pilih dry food yang tidak mengandung bahan pewarna karena dikhawatirkan dapat merusak ginjal si kucing. 


3. Jadwal Makan

Atur jadwal makan kucing. Pada pagi, siang, dan malam berikan raw food. Kemudian di waktu lain berikan dry food. Jangan lupa menambahkan air di tempat minumnya karena kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi akan membuat si kucing kurus kering. 


4. Bersihkan Tempat Makan dan Minum Si Kucing

Bersihkan tempat makan, minum dan kandangnya setiap hari. Alat makan dan kandang yang kotor mudah terkontaminasi kuman sehingga membuat kucing gampang sakit. Kalau sudah sakit biasanya kucing malas makan, seperti manusia ya? Selain itu kuman penyakit juga bisa menggerogoti tubuh kucing hingga kurus. Agar kuman penyakit benar-benar menyingkir dari tempat kucing, semprotkan cairan desinfektan pada saat membersihkannya. 


5. Vitamin

Kucing juga perlu vitamin loh, seperti manusia. Bahkan, vitamin manusia seperti natur E dan scott emulsion juga baik untuk kesehatan dan nafsu makan kucing. Berikan natur e atau scott emulsion satu sendok the saja. Anda juga dapat mengganti kebutuhan gizi kucing dengan memberikan kuning telur 3 x dalam seminggu. Kuning telur yang tinggi protein dan lemak ini sangat bagus untuk pertumbuhan kucing. Namun, jangan sekali-kali memberikan putih telur pada kucing karena makanan ini tidak cocok dengan metabolisme kucing.


6. Menjemur Kucing

Agar metabolisme lancar, kucing perlu dijemur matahari di udara bebas. Biasanya kucing menyukai daerah rerumputan. Cobalah ajak kucing anda berjemur dan bermain paga pagi hari yang cerah agar mendapatkan vitamin D dan menghilangkan kuman yang menempel di bulunya. Nah, agar kucing tetap gemuk dan sehat periksakan ke dokter hewan secara rutin. Tujuannya agar kelainan pada kucing dapat dideteksi. 


Pada dasarnya menggemukkan kucing adalah hal yang mudah, anda tidak perlu menjadi seorang ahli hewan untuk membuat kucing anda sehat dan gemuk. Cukup dengan mengikuti cara sehat menggemukkan kucing yang sudah kami bahas di atas, maka dapat dipastikan kucing anda akan tumbuh sehat dan gemuk. Tapi ingat, jangan biarkan kucing anda terlalu gemuk, seimbangkan juga dengan kesehatannya. Ini karena kucing yang terlalu gemuk akan mengalami obesitas yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.

Terima kasih sudah membaca artikel Cara Menggemukkan Kucing. Semoga bermanfaat!


Tips Membuat Kucing Menjadi Manja





Melatih kucing agar manja sejak bayi


Membuat kucing bisa manja dengan kita memang bukan perkara yang mudah, namun jika kita melakukan pelatihan dengan penuh kesabaran maka besar kemungkinan akan bisa mengubah perilakunya untuk menjadi kucing yang manja.

Berikut ada tips cara membuat kucing menjadi manja yang bisa anda terapkan untuk melatih hewan kesayangan. Keberhasilan proses pelatihan ini akan lebih besar jika kucing anda masih kecil atau bayi, namun tidak ada salahnya jika anda lakukan pada kucing yang sudah berumur.

1. Beri nama kucing kesayangan anda dan biasakan mengucap namanya saat akan memanggilnya. Semakin sering kucing mendengar maka akan bisa mengenali suara anda dan juga mengetahui namanya.
2. Sering-seringlah melakukan pengusapan atau mengelus bagian lehernya serta lakukan pemijatan pada bagian tengkuk kucing dengan perlahan-lahan.
3. Menggendong kucing bisa anda lakukan agar kucing merasakan ada kedekatan dan kasih sayang dengan diri anda. (khusus kucing yang masih bayi)
4. Mandikan kucing anda minimal 1 kali dalam seminggu (pemandian harus dilakukan oleh diri anda sendiri bukan menyuruh orang lain), jika anda belum tau caranya silahkan baca artikel Cara Memandikan Kucing Yang Baik dan Menyenangkan.
5. Usahakan kucing selalu berada didalam rumah, karena jika kucing keluar rumah akan berakibat menjadi liar atau susah untuk dikontrol.
6. Biarkan kucing berkeliaran didalam rumah, jangan dimasukan kedalam kandang. Kucing yang selalu berada dalam kandang biasanya akan menjadi liar karena merasa terkurung.
7. Jangan pernah melakukan pemukulan pada kucing, jika kucing melakukan kesalahan bisa anda gertak dengan bersuara keras atau bisa anda semprotkan air sedikit menggunakan sprayer atau pistol air.
8. Ajak kucing untuk bermain bersama dengan anda maupun keluarga dirumah (lakukan permainan yang disukai kucing, misalnya memberi kucing bola kecil).

Menangani Kucing Galak / Agresif

Sangat menyenangkan jika kucing peliharaan kita sangat penurut, sehingga keluaraga dirumah bisa mengajak bermain bersama tanpa ada rasa was-was terkena cakaran kuku-kukunya yang tajam. Namun bagaimana jika suatu saat kucing itu tiba-tiba berubah menjadi sangat agresif, nakal, dan galak. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kucing galak atau kucing nakal, diantaranya adalah karena turunan dari indukan yang juga galak dan juga mengasuhnya sejak kecil. Akibat indukannya temperamental maka akan menular pada anak yang diasuhnya. Untuk itu jika anda ingin mengadopsi kucing khususnya dari induk yang temperamental lebih baik saat masih bayi, agar sifat galak bisa diminimalisir.

Selain sifat turunan, galaknya kucing juga bisa disebabkan karena ada sesuatu yang dirasakan tidak enak oleh kucing tersebut. Tidak nyamannya kondisi tubuh maupun mental dapat membuat kucing menjadi sangat agresif dan tentunya juga bisa membahayakan kita jika. 

Kucing yang agresif dapat melukai kita dengan cakaran maupun gigitannya, penting untuk diketahui bahwa “Mulut kucing penuh dengan kuman Bartonella hensalae”. Maka jika anda terkena gigitan kucing, segera cuci bekas gigitan atau bersihkan dengan cairan antiseptic guna mencegah terjadinya infeksi. 


Menangani kucing agresif / galak

Bagaimana cara mengangani kucing yang berperilaku agresif atau nakal? Berikut ada beberapa cara yang bisa anda lakukan:


1. Periksa kondisi kucing

Kita harus memastikan terlebih dahulu apakah kucing dalam kondisi sehat atau cidera. Ketenangan kucing bisa berubah menjadi agresif jika sedang mengalami sakit. 

Jika sedang dalam kondisi cidera, bantu kucing secara perlahan-lahan. Kemudian, biarkan tenang terlebih dahulu. Jangan lakukan aktifitas yang membuat kucing terganggu dan sebaiknya anda melihat sambil duduk. Bila kucing sudah menaruh kepercayaan pada anda, anda jangan mengangkat tangan melebihi atas kepalanya. Lakukan pengusapan pada leher serta bagian belakang telinga, namun bila kondisi memungkinkan anda bisa mengusap pada bagian atas hidung diantara kedua matanya.


2. Kucing merasa ketakutan

Karena adanya rasa ketakutan yang luar biasa, kucing juga dapat berubah menjadi galak dengan tiba-tiba. Solusi mengatasinya, untuk sementara jangan dekatkan dengan para penghuni rumah dan pendatang yang baru dirumah pada kucing. Anda bisa mengenalkan pada kucing secara perlahan agar merasa tenang akibat sedang mengalami kesakitan ataupun merasa tidak nyaman.


3. Bermain yang berujung perkelahian

Keagresifan yang disebabkan karena permaianan memang seringkali terjadi, baik bermain dengan pemilikinya maupun dengan sesame kucing. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya anda menghindar terlebih dahulu agar tidak terkena cakaran atau gigitan kucing yang berbahaya seperti yang sudah disebutkan diatas.


4. Melihat hewan kecil

Sifat dasar kucing yang sebagai pemangsa (pemakan daging atau karnivora), maka jika melihat hewan lain seperti burung, cicak, tikus atau bahkan melihat kucing yang baru lahir, bisa membuat dirinya menjadi sangat agresif.

Tips! 
Jika dirumah terdapat anak kucing yang baru lahir, kucing jantan jangan diperbolehkan untuk melihat hingga anak tersebut berumur lebih dari satu bulan. Jika anda ingin mengenalkan anak-anak kucing, harus bersama induknya dan berada didalam kandang, sementara biarkan yang jantan berada diluar kandang. Namun jika kucing betina sudah tidak menyukai akan kehadiran pejantan, anda pisahkan terlebih dahulu dan bisa dilakukan pertemuan dengan cara tersebut pada hari berikutnya. Cara ini juga berlaku pada kucing jantan lain yang bukan induknya untuk tahap pengenalan. Selain itu, anda juga dapat memandikan anak kucing dengan shampoo yang biasa untuk memandikan kucing lain dirumah.


5. Perilaku mengigit


Sifat mengigit pada kucing yang sedang agresif bisa anda hindari dengan melihat tingkah laku kucing terlebih dahulu. Sebelum anda ingin menyentuh kucing, pastikan dia tidak dalam keadaan sibuk atau memperhatikan selain diri anda. Pastikan juga kucing tidak sedang mengalami beberapa hal yang sudah disebutkan diatas.

Sebaiknya dekati kucing agresif yang dalam keadaan mengantuk, bukan saat sedang dalam keadaan waspada, marah, ataupun penasaran.

Semoga artikel 
Cara Menangani Kucing Galak / Agresif diatas bisa bermanfaat bagi anda. Anda bisa memberikan kritik dan saran untuk kami melalui halaman kontak. Terima kasih.

Mengenali Ciri-Ciri Kucing Hamil dari Perilaku dan Fisik

Idaman para pemelihara kucing khususnya yang berkelamin betina tentunya adalah memiliki keturunan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu adanya perkawinan dengan kucing jantan lainnya baik yang satu ras maupun berbeda ras. Setelah melakukan perkawinan hal yang paling ditunggu adalah kehamilan, akan tetapi banyak para pemelihara tidak paham ciri-ciri kucing hamil.


Untuk memudahkan mengetahui tanda atau ciri kucing yang sedang hamil selain membawa ke dokter hewan maka bisa anda lihat dari berbagai perubahan fisik maupun perilaku kucing. Sama halnya dengan berbagai makhluk hidup, kehamilan kucing juga akan mempengaruhi bentuk fisik dan juga perilaku. Berikut beberapa ciri kucing hamil yang umum terjadi yang perlu anda ketahui:


Perubahan perilaku tanda kucing hamil

Perilaku keseharian akan mengalami perubahan pada kucing yang sedang hamil, diantaranya adalah:

1.  Muntah-muntah
Muntah-muntah pada kucing yang hamil juga biasanya sering terjadi. Walaupun tidak semua kucing hamil mengalami muntah-muntah, akan tetapi jika kucing peliharaan anda mengalami tanda-tanda tersebut maka segeralah bawa kedokter hewan guna memastikan penyabab muntah.

2. Siklus birahi
Kucing yang sedang hamil akan hilang siklus birahinya. Jika suatu saat kucing anda mengalami pemberhentian siklus birahi setelah dilakukan perkawaninan, maka ini merupakan ciri kalau sedang hamil.

3. Kucing menjadi manja
Kucing hamil akan berperilaku lebih manja dan selalu ingin perhatian para pemeliharanya. Tingkah lakunya menjadi lembut dan tenang, saat mulai masa kelahiran maka akan berubah menjadi gelisah dan selalu mencari tempat yang tenang dan hangat.

4. Nafsu makan bertambah
Guna memberikan nutrisi lebih pada janin dan ibunya, maka kucing yang hamil akan bertambah nafsu makannya.

 

Perubahan fisik kucing hamil

Perubahan fisik atau tubuh yang terjadi pada kucing hamil bisa anda ketahui dengan cara merabanya, antara lain:

1. Perut besar
Pada masa kehamilan perut kucing akan membesar, hal ini akan terlihat jika sudah memasuki masa kehamilan 5 minggu. Perut akan terus membesar sampai pada masa kelahiran.

2. Bulu rontok
Saat masa kehamilan, bulu disekitar puting susu akan mengalami penipisan atau rontok. Kerontokan bulu juga terjadi pada bagian lain, akan tetapi tidak lama.

3. Puting membesar

Perubahan juga terjadi pada bentuk puting susu yang membesar dan berwarna kemerah-merahan.
Itulah beberapa ciri-ciri kucing hamil, semoga bermanfaat bagi anda yang sedang menginginkan kucing kesayangannya mempunyai keturunan.


Tips Mengatasi Kucing Stres

Kucing menjadi hewan favorit untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan karena sangat lucu dan bisa menjadi teman ketika kita sedang berada di rumah. Namun tidak selamanya kucing akan selalu ceria dan gembira seperti layaknya manusia. Salah satu permasalahan yang sering muncul yaitu ketika hewan tersebut mengalami yang namanya stress. Sebelum memahami tips mengatasi kucing stres, alangkah baiknya kenali terlebih dahulu  tanda-tanda kucing mengalami stres, sehingga Anda bisa mengetahui apakah kucing Anda mengalami stres ataupun tidak.




Tanda-tanda kucing mengalami stress

  • Kucing menjadi agresif pada si pemilik, orang disekitarnya maupun hewan lain.
  • Sering bersembunyi di tempat gelap.
  • Nafsu makan menurun.
  • Membuang kotoran sembarangan 


Penyebab utamanya kucing mengalami stress yaitu habbit atau kebiasaan yang berubah secara mendadak, seperti berpindah rumah, di dalam mobil dalam waktu lama karena sedang melakukan perjalanan jauh, atau pergantian makanan yang berbeda dari biasanya. Jika kucing peliharaan Anda sudah dipastikan mengalami stress, Anda tidak perlu khawatir, berikut ini akan dijelaskan mengenai Tips Mengatasi Kucing Stress.

  1. Berikan udara yang segar ketika dalam perjalanan jika si kucing mulai menunjukkan tanda-tanda stres.
  2. Jika Anda akan melakukan perjalanan ke salon atau klinik hewan, sebaiknya lakukan kegiatan yang menyenangkan dari rumah ke klinik hewan agar kucing tidak merasa bosan.
  3. Apabila Anda sering meninggalkannya sendirian di rumah karena ada keperluan di luar, maka sebaiknya berikan kucing mainan baru agar ia tidak merasa kesepian.
  4. Berikan waktu pada kucing. Ada kalanya kucing juga butuh waktu untuk sendiri. Berhentilah mengajaknya bermain dengan intensitas tinggi.
  5. Berhenti mengajak kucing bermain bukan berarti berhenti memberi perhatian padanya. Coba untuk mengelus kucing ketika memberikannya makan. Hal ini kemungkinan dikarenakan kucing bisa saja masih takut dengan lingkungan barunya dan butuh perhatian agar dia nyaman.


Apabila kondisi kucing masih saja mengalami stres, maka Anda bisa berkonsultasi kepada dokter hewan atau klinik hewan langganan Anda. Itulah sedikit ulasan mengenai Tips Mengatasi Kucing Stress. Semoga bisa bermanfaat dan kucing Anda akan kembali sehat seperti biasanya dan tidak mengalami stress kembali.

Ingin Beli Kucing Persia? Baca Tips Memilihnya

Hewan peliharaan yang cantik, manis, serta imut salah satunya adalah Kucing Persia. 
Kucing jenis ini sangat cocok sebagai teman bercanda diwaktu luang anda, namun bagi anda yang ingin memelihara setidaknya harus hati-hati sebelum membelinya. 

Sebelum mengadopsi/membeli kucing persia tentunya akan lebih baik jika anda mengetahui terlebih dahulu ciri - ciri kucing yang baik dan tentunya sehat agar anda tidak kecewa saat sudah memilikinya. 
Berikut ada beberapa tips memilih kucing yang baik:




1. Kepribadian kucing

Jika ingin membeli hewan peliharaan kucing, sebaiknya dilihat terlebih dahulu keperibadiannya. Kucing memiliki berbagai keperibadian, diantaranya ada yang berkepribadian pemalas, penyayang, dan penurut. Jika anda membeli kucing untuk dikembangbiakkan sebaiknya cari yang memiliki kepribadian penyayang (karena ada beberapa kasus, indukkan kucing tidak mau menyusui anaknya) dan berumur diatas 1 tahun. Namun jika hanya ingin sebagai hewan peliharaan dirumah lebih baik memilih yang umurnya masih muda (bertujuan agar mudah untuk dijinakkan), serta pilih kucing yang aktif dan manja.

2. Warna bulu kucing

Jika membeli kucing sebagai indukkan, pemilihan warna bulu menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi warna bulu anakannya. Sebaiknya pilih indukan kucing yang bulunya berwarna terang agar anakan yang dihasilkan juga menarik warna bulunya.

3. Warna mata kucing

Mata kucing juga menjadi salah satu yang menarik untuk dilihat, jadi saat anda akan membeli kucing Persia teliti juga warna pada bola matanya. Warna mata juga akan sangat berpengaruh pada hasil anakan nantinya. Kucing yang berwarna terang atau putih maka warna matanya akan abu-abu atau kebiruan.

4. Teliti badan dan bulu kucing

Meneliti bagian badan dan bulu kucing persia sebelum membeli merupakan hal yang sangat penting, oleh sebab itu teliti dengan seksama sebelum mengadopsinya. Teliti dahulu pada bagian bulunya, jangan sampai terdapat jamur. Jamur pada kucing juga bisa menular ke manusia, maka meneliti bagian bulu harus hati-hati jangan sampai membeli kucing tapi akan mengakibatkan anda sekeluarga terkena jamur.

Pastikan juga bahwa bulu kucing tidak menggumpal, caranya dengan meraba bagian tubuhnya. Jika terdapat bulu yang menggumpal, sebaiknya lihat juga bagian dasar kulitnya apakah terdapat jamur atau tidak.
Selain memastkan bebas dari jamur, lihat juga bagian kulit apakah terdapat benjolan kecil atau bekas luka. Jika kucing memiliki jamur dan bekas luka maka sebaiknya jangan dipilih.

5. Gigi dan telinga kucing persia

Sebelum memutuskan membeli, lihat juga bagian gigi. Bentuk gigi kucing yang baik adalah bersih dan utuh. Selain itu, lihat juga kebersihan bagian telinga dan bentuk telinganya.
Bentuk telinga kucing juga menjadi indicator sehat tidaknya tubuh kucing tersebut. Telinga yang sakit juga dapat berpengaruh pada bentuk telinganya, hal ini biasa disebut dengan scabies.

6. Vaksinasi kucing

Membeli kucing juga sebaiknya menanyakan buku vaksinnya, karena kucing yang sudah diberi vaksin akan lebih kuat dan tahan dari serangan penyakit. Member vaksin pada kucing juga untuk menjaga, karena hewan peliharaan yang satu ini sangat rentan terhadap penyakit yang juga bisa membuat kucing mati.
Membeli kucing juga sebaiknya menanyakan buku vaksinnya, karena kucing yang sudah diberi vaksin akan lebih kuat dan tahan dari serangan penyakit. Member vaksin pada kucing juga untuk menjaga, karena hewan peliharaan yang satu ini sangat rentan terhadap penyakit yang juga bisa membuat kucing mati.